- 10; Roma -
Rome, Italy [25 Dec. - 31 Dec. 2024]
Dee mau lanjutin lagi story trip yang sempat lama tertunda. Sedikit intermezzo, keluarga kakak selalu ada "jatah" mereka trip keluar dr negara mereka sekeluarga tiap tahun (apa 6 bulan sekali ya, lupa euy), dan kebetulan tahun itu mereka merencanakan utk pergi ke Roma, Italy. Karena gw lagi stay di sana, alhasil gw pun ikut dibeliin tiket, karena perginya lumayan lama, seminggu. Okay, kita mulai.
Walaupun jaraknya deket dr kampung kakak gw ke Roma, kita tetep harus pakai pecawat, kita naik dr Brussel airport, bandaranya gk besar2bgt tp nyaman dan bersih, gk crowded kayak Schiphol, malah cenderung sepi. Gw lupa harga tiketnya berapa, include 1 koper doang

gk ada extra baggage. Tp yg menarik, di Brussel itu dibolehin bawa liquid lebih dr 100ml, tp harus dimasukkin ke ziplock, yang mereka sudah sediakan, gratis, bisa ambil seperlunya. Penerbangan cuma 2 jam. Pas landing kita disambut sama sunset yang superb banget di langit Roma, anak lakinya kakak gw mau bgt main piano yg ditaruh di tengah2bandara (flexing sedikit hasil otodidak dia selama 3 tahun) eh kurang beruntung karena pianonya rusak.
Kita gk lgs ke hotel, cari makan dlu, kakak gw biasanya menyerahkan seluruh itinerary tujuan wisata dan makan ke anak2nya, dia gk mau ngurusin lagi karena dia udah ngurus keseluruhan tiket pesawat, hotel dan biaya perjalanan. Restoran yang kita datengin namanya MINO, yang jelas pasti ada pizza, pizza di Roma tipis2semua, anak2kakak gw sdg masa pertumbuhan jd mereka makan pizza 1 loyang (perlu diingatkan kalau pizza di sana tipis2, beda sama pizza Amerika yg jenis dough nya tebal). Kita pesan brushcetta, lasagna, salad, chicken orange, dan pizza, kakak dan suami pesen wine, gw gak terlalu suka alkohol emang dasar


jd gk doyan.
Hotel pertama kita (pertama? Yup, kebiasaan kakak gw kl travelling pasti hopping hotels, lebih dr 2 tempat, karena untuk mengakali budget, walau ribet

) hotel pertama kita stay di Mercure Roma, gw sekamar sama anak kakak gw yg paling kecil, amenities nya ada air mineral, coklat kelapa, kopi nescafe yg capsul, kamarnya enak, nyaman dan sarapannya bisa dibilang mewah, mereka sediain madu, coklat leleh sebagai spread bread gk tanggung2, se-jar mini, buah segala rupa, yogurt segala merk, daging segala jenis, gk kebayang klo di hotel indo pasti 1 org ambil jar nya kalap,gw aja ambil 4 bijii

.
Tujuan pertama kita di Roma adalah salah satu gereja di Vatikan, St. Peter Basilica, kita ke sana naik metro /bus, dibeliin kartu metro, harganya lumayan dan gw menghilangkannya


sorry kak, jd harus beli lagi. Cuacanya cerah, panas dan anginnya dingin, langitnya biruuuu bgt, love it!!! Tp gak ada awan, jd matahari plong bgt nyenter kita


. Karna bulan Desember, jd banyak pohon natal dan kerlap kerlip lampu di mana-mana.
St. Peterโs Basilica adalah salah satu bangunan paling fenomenal di dunia. Tempat ini menjadi lokasi penting bagi umat Katolik dan siapa saja yang mengagumi keindahan seni serta kemegahan arsitektur abad Renaisans. Di Roma, bangunan sederhana pinggir jalan aja arsitektur nya keren bgt, apalagi tempat ibadah, gw gak berenti amaze sama langit2nya, lukisannya, pahatan dan patung2yang bertengger di tiap sudut gereja. Setelah puas dimanjain sama arsitektur klasik jaman Renaissance, kita berkunjung ke bangunan zaman Romawi. FYI, keluarga kakak gw suka bgt jalan.. Harfiah jalan kaki, jd 10ribu langkah bagi mereka itu adalah hal yg biasa tiap hari dilakukan, sedangkan gw


1000 langkah aja udah emejing, dan di Roma, kita menghabiskan puluhan ribu langkah tiap harinya.. Semangat kaki, betis dan pinggulku.
Lokasi kedua adalah Colosseum, tempatnya para gladiator jaman dlu di adu layaknya ayam jago. Yang sebelumnya cuma ngeliat di google atau di film2, skrg liat aslinya, ngebayangin para budak yang jd tahanan tidur di ruang batu yg kecil, sempit dan dingin, trs nyobain singgasana tempat para Caesar nontonin barbaric crazy game of his wild desire. Hari itu para cuaca berkumpul, kecuali salju dan hujan, gw ngerasain dinginnya udara memasuki musim salju, tapi sisa panas dari summer yang masih gk mau kalah, angin juga gak mau ketinggalan, mgkin karena kita di dataran tinggi jd agak windy. Pohon2di sekitar Colosseum unik2, tingginya melebihi pohon rata2, tp atasnya kayak dibentuk. Kita jalan kaki (egen) ke alun2kota Roma. Di salah satu jalan, di sepanjang jalan raya tsb, semuanya pohon jeruk, dan jeruknya berlimpah, kakak gw gak pernah icip, tp some says kalo jeruk itu not edible, gk bisa di makan, Lagi-lagi saya sebagai WNI membayangkan kalau ada pohon jeruk kayak gini di sana.. Apa jadinya...

To be continued..