Suatu hari, matahari mulai condong kearah timur, sayangnya hari itu sang matahari agak malu² lalu cuaca pun menangis.
Kaki melangkah kearah Jalur Alternatif menuju Puncak ketika satu arah di berlakukan.
Namun, sang driver yg notabene sang penulis legend, membelokan kendaraannya di sebuah tempat makan yang viral.
Teras Gadog
Memang, sempat sekali menginjakan kaki ku disana. Kali ini saya ingin membagikan apa yang kami pesan.
Sang penulis memesan set timbel, dengan nasi timbel aroma yang disajikan di bagi dua, ayam yg digoreng garing serta sayur asam yang sayang sekali ngga disentuh.

Dan ku lupa juga mencicipnya.
Tak ingin nasi, ku pilih Mie Godog yang perfecto. Juara sih..
Sang ayam yang di potong gede², mie yang medium well, kuah berasa kaldu serta ingrediant lainnya yg menambah selera makan.
Lalu ada kudapan ringan, singkong garlic.
Si singkong ini ngga main² sih, ingin meng "copy-paste" rasa garlicnya nyerep banget, singong empuk serta garing di luar di tambah cocolan sambel yang enak.
(Tumbenan saya lahap sama sambel)
Teras Gadog ini menambah syahdu suasananya, dengan suara "tongeret" menghiasi santapan siang menuju sore. coupelan bisa pelukan ini. Dingin² jadi kepingin.
Xixixi
Terima kasih TS
Diriku boleh menggurat kembali disini