
Diksi2 dan nuansanya GM bingits. Nanti aku bikinin puisi yg style-nya kaya gitu deh. Nantikan pemirsah.Dea Anugrah memang layak diingat sebagai penulis sajak² murung
Penutupnya terbaik
”tetapi aku hanya mengerti, air mata begitu panas”
Uhuy, haseekkDiksi2 dan nuansanya GM bingits. Nanti aku bikinin puisi yg style-nya kaya gitu deh. Nantikan pemirsah.
numpang nyampah Plai, emak² banyak keresahan ini 
Duh. Berat kali ini. Sampe nyinggung politik. Akuh mah blm gape. Masih seputar galau2an aja puisinya.Uhuy, haseekknumpang nyampah Plai, emak² banyak keresahan ini
=====
Harga minyak goreng melangit, seisi rumah menjerit.
”Kita akan makan singkong rebus, sampai waktu yang tidak ditentukan”, Ibu membuka suara.
”Bagaimana dengan lauknya, bu?” Lintang menengadah, sejurus kepalanya tunduk membumi, tak berani dia memandang raut ibunya yang bercarut sundutan rokok oleh Bapaknya sisa semalam.
”Nikmatin saja singkong rebus dengan sedikit kecap asin, nak. Kita tidak membutuhkan minyak goreng, bukankah lebih sehat! Orang kaya menyebutnya ini dim sum.”
Diam diam, dilihatnya ada genangan air di pelupuk mata Ibu. Ada rasa yang tak mampu diceritakannya. Lalu dia lesap. Sidang rakyat jelata ditutup tanpa ketukan palu.
Aku tau. Aku mengerti.

Kerumunan demi kerumunan jatuh laksana hujan
Sebagian adalah percakapan, dan sisanya adalah kesepian
Aku sudah tak lagi mengendarai keranda masa lalu
Tapi aku adalah percakapan yang sepi itu
Aku adalah kata kata yang memuja berhala
Berupa majas majas pias, sajak sajak tak tuntas, dan juga sunyi yang sesungguhnya berada di daerah tapal batas
Antara malam yang mengusung kegelapan, dan tergelincirnya matahari yang nyaris padam
Kau menatap langit langit kamar yang nanar
Di sana, jejak jejak masa silam terus menguar
Menyeretmu di kedalaman telaga
Saat rombongan padma tak lagi berbunga
Aku mengajakmu pergi
Menelusuri remah remah mimpi yang menyerupai roti, untuk kita sarapan
Menyuapkan suap demi suap harapan
Kau mengaduk kata celaka yang terus menggaduhi isi kepala
Bagimu, kesendirian adalah harakiri yang tak terkatakan
Tapi bagiku, itu adalah fatwa rindu
Bagaimana seharusnya merapikan rak rak buku
Karena di sanalah letak sesungguhnya masa lalu
Dan kini, kerumunan hujan mancala rupa ke banyak genangan, yang hampir semuanya adalah kubangan kenangan
Sebagiannya adalah kesepian, dan sisanya tak lebih dari udara yang dimampatkan



Malaikat tanpa sayap ya kang. Naiknya jip.untung si kami mah malaikat![]()

Sehat kang. Alhamdulillah. Bojong kenyot aman tapi lagi kekurangan kenyotan.Sehat mang? Bojong kenyot aman?![]()


Mengena banget karyanyaaku adalah daun gugur yang jatuh kesepian
di tepi kolam
menunda imaji yang mesra di antara udara
menciptakan pendar gelombang di muka air
kemudian hening
sementara, bayang bulan purnama tersusun semula
dan pendarnya dengan lembut
memagut air
lanskap pun diam sempurna
daun-daun lainnya menari pelan di atas air
mengalunkan makna yang tersembunyi
memberi ruang abadi bagi sang purnama
dan purnama itu adalah kau








