Diantara Merapi dan Merbabu aku menyingkirAku hendak berkemas
Bukan ingin pergi
Tapi untuk bersiap
Saat kematian datang mengetuk pintu
Kusiapkan secangkir teh
Kusiapkan kursi untukmu bertamu
Dan selembar catatan guna kaubaca
Tentu ada ruang yang tak bisa
kau masuki
Hanya ruang kosong
Tapi di situlah aku menaruh perih
Menyimpan luka dan tawa
Aku bukan Lazarus
Tapi aku akan kembali
Kalau kau sudah puas menyendiri
Dan bidak caturmu tak lagi
bermain sunyi
Mencari pesisir paling mungkin tempatku berzikir
Merajam buah pikir yang kerap mangkir
Dan tak lagi bersekutu dengan kitab² satir
Yang tak terkata akan tetap menyala
Sebab aku mampu membaca tanda

















