Di sebuah kampung, ada anak bernama Udin yang terkenal suka lupa.
Suatu hari ibunya berkata,
“Din, tolong beli telur 1 kilo sama cabai ya. Jangan lupa!”
Di jalan, Udin terus menghafal,
“Telur sama cabai… telur sama cabai…”
Tapi tiba-tiba dia melihat tukang bakso lewat.
Udin langsung beli bakso sambil berkata,
“Bang, baksonya pedes ya!”
Setelah makan, dia lupa total apa yang harus dibeli.
Akhirnya Udin pulang membawa… sapu lidi.
Ibunya bingung,
“Lho, ibu suruh beli telur sama cabai, kenapa jadi sapu?”
Udin menjawab santai,
“Soalnya tadi aku ingatnya cuma ‘buat dapur’.”
Suatu hari ibunya berkata,
“Din, tolong beli telur 1 kilo sama cabai ya. Jangan lupa!”
Di jalan, Udin terus menghafal,
“Telur sama cabai… telur sama cabai…”
Tapi tiba-tiba dia melihat tukang bakso lewat.
Udin langsung beli bakso sambil berkata,
“Bang, baksonya pedes ya!”
Setelah makan, dia lupa total apa yang harus dibeli.
Akhirnya Udin pulang membawa… sapu lidi.
Ibunya bingung,
“Lho, ibu suruh beli telur sama cabai, kenapa jadi sapu?”
Udin menjawab santai,
“Soalnya tadi aku ingatnya cuma ‘buat dapur’.”









