xie xie da geplus kalau ajak anak atau orang tua, harus sewa scooter listrik karena lokasinya gede buanget

ga usah anak kecil ato lansia ko, meme aja jalan disana udah pegel smua

usia 30 an kayak meme udah butuh scooter ko

xie xie da geplus kalau ajak anak atau orang tua, harus sewa scooter listrik karena lokasinya gede buanget



xie xie da ge
ga usah anak kecil ato lansia ko, meme aja jalan disana udah pegel smua
usia 30 an kayak meme udah butuh scooter ko![]()

koko jahate, kalo meme jatuh ya apameme mah naik burung unta aja keliling jatim park
kemaren muncul di tiktok ku![]()







perjalanan PP dari kamar ke kolam tuh ga ada orang blas.


katanya "ga mau hotel, mau pulang rumah." - padahal ya nginap di Majapahit yang super duper horor dan anak Mei sampe nangis plus nunjuk nunjuk ruang tamu, itu ga minta pulang lo 






FRe ga ada nih?
jadi barusan teman baik Mei ke Surabaya, dan menginap di Varna Culture Hotel di jalan Tunjungan.
hotel bintang 3. masuk langsung lobby kecil, dan ada resto kecil.
buat Mei, agak horor. tapi teman Mei kayanya nyaman nyaman aja.
lokasinya itu persis di jalan Tunjungan yang super duper rame, banyak makanan, banyak cafe
di kamar, kamarnya ga gede, tapi juga ga kecil. kalo ga bawa anak, cuma berdua OK.
kamar mandinya kecil. buat Mei, agak horor juga.
kemaren Mei bawa anak Mei kesana, dan anak Mei yang biasanya hotel addict, ini minta pulang rumah teruskatanya "ga mau hotel, mau pulang rumah." - padahal ya nginap di Majapahit yang super duper horor dan anak Mei sampe nangis plus nunjuk nunjuk ruang tamu, itu ga minta pulang lo
oya, depan hotel persis, ada cafe jual dimsum. ada kursi meja buat duduk, ada live music juga.
breakfast nya kata teman Mei buffet, tapi macamnya ga banyak. kalo ga salah, teman Mei ambil pecel.
room rate : 350rb include breakfast
kalo Mei disuruh nginap sendirian disana, NO THANKS. kalo berdua ya gapapa. cukup nyaman dan terjangkau untuk hotel di daerah Tunjungan.

jelas ga ada.FRe ga ada nih?![]()

2015 aku nginep dsitu, kyke hotel kuno ya mei?jadi barusan teman baik Mei ke Surabaya, dan menginap di Varna Culture Hotel di jalan Tunjungan.
kdang orang ga percaya kl bobo bareng tanpa terjadi apa2 itu mustahil... padahal indahnya bisa menginap dgn temen baik, cerita sana sini dan menikmati suasana / lokasi tanpa berurusan dgn sex.jelas ga ada.
mei sekamar lo wes 2 kali and nothing happened. hebat kannnnnn. itu lo namanya best friends![]()
iyaaaaaaaa aduhhhhh deg deg an disana tuh. soalnya anak mei tuh minta pulang terus. jadi makin serem.2015 aku nginep dsitu, kyke hotel kuno ya mei?
Aura lumayan mistis tapi nyaman, Deket TP, strategis sih lokasinya
iya mei malah suka sih bisa ngobrol heart to heart, bisa curhat apapun yang biasanya kalo by phone by chat tuh ga bisa diobrolin.kdang orang ga percaya kl bobo bareng tanpa terjadi apa2 itu mustahil... padahal indahnya bisa menginap dgn temen baik, cerita sana sini dan menikmati suasana / lokasi tanpa berurusan dgn sex.
ga berani ke kasur dia 










Apalagi kamar ini ACnya dingin. 





Abang juga pesan cakwe mayo. Aduh ini juga sungguh TOP, Rin jarang suka makanan yang isinya udang atau seafood pada umumnya, karena kerap kali rasanya amis, walau sedikit. Cakwe udang ini enggak loh, hanya ada semua rasa terbaik dari udang: gurih & wangi. 
Stop dulu ah.. nanti malah makin-makin dan Rin jadi cerita yang ena-ena..
Sekian & terima kasih. Semoga review ini bisa membantu kawan-kawan yang membutuhkan penginapan di area BSD. 
Kemaren akupun menanyakan padanya referensi tempat boci ucul instagramable yg murce mursidahBonjour...
Pagi cik @angeline . Maaf lama tak mampir. Rin izin berbagi review penginapan yang murah, bagus dan menyenangkan hati.
Ketika kemarin Rin baru mendarat di Jakarta, Rin diculik ke sebuah penginapan oleh BabangGocar @wednesdayaddams . Ini adalah penculikan yang menyenangkan karena Rin dibawa ke area di mana tersaji banyak pilihan makanan dan disekap plus plus di sebuah guest house: Kinari Residence.
Sekilas bangunan Kinari Residence mengingatkan Rin akan sebuah rumah susun di daerah kota, nuansanya agak rustic. Liftnya kecil dengan pintu tembus pandang, sehingga kita dapat melihat perjalanan kita naik ataupun turun. Keluar dari lift, disediakan dispenser aqua galon untuk para tamu mengisi ulang persediaan air. Berjalan menuju kamar, Rin merasa lorong-lorongnya seperti kos-kosan mahasiswa di daerah Jakarta Barat saat sedang lengang. Rapih. Senyap. Tidak ada AC ataupun iringan lagu penenang jiwa Γ la hotel berbintang sekian. Pintu kamar pun menggunakan kunci manual.
![]()
Agak terlihat kurang meyakinkan bukan? Namun ketika kamar dibuka, Rin langsung suka. Kamarnya ternyata luas. Pertama-tama kita disambut dengan dapur, beberapa peralatan makan sederhana, kulkas berukuran sedang (bukan yg minion) dan kompor gas. Di seberangnya ada kamar mandi dengan shower, walau kecil namun tertata apik. Kami mendapat dua sikat gigi-odol juga sabun cair. Biasanya sabun mandi hotel rata-rata sama saja, berkualitas rendah dan wanginya terlupakan. Di Kinari sabunnya pesial, berwarna oranye mutiara, sudah ph balance karena tidak bikin kulit kering gatal setelah mandi dan beraroma buah persik.
![]()
Selesai menginspeksi kamar mandi, kami memasuki ruang utama. Hal pertama yang berkesan adalah temboknya. Tembok di sini tidak rata, namun berkontur karena terbuat dari susunan bata2 besar yang dilabur dengan cat putih. Tidak hanya tembok yang putih, ranjang, kasur, seprei, bantal, serta lukisan dekoratif pun berwarna putih. Menurut Rin yang sotoy, design seperti ini bernuansa urban perkotaan: menimbulkan efek lapang, seserhana, bersih, agak industrial namun tetap estetik. Kalau Rin tidak salah ingat, hotel Morrisey memiliki tembok dan interior serupa, tapi harganya jauh berbeda. Morrisey jelas mihil, sedang Kinari hanya 290k saja.
![]()
Sebelum kita menuju ranjang, ada lemari baju, di seberang lemari ada meja hitam untuk makan dan bekerja. Di meja ada sebuah sofa hitam untuk dua orang yang sejajar menghadap tivi. Sayang sofa tersebut terbuat dari kulit sintetik. Bahan ini permukaannya cenderung dingin. Rin kurang suka, karena ketika diduduki suhunya akan terasa kontras dengan patpat...Cessh gitu.Apalagi kamar ini ACnya dingin.
Sekarang kita menuju ranjang. Hal mendasar bagi Rin dalam menentukan tempat menginap adalah bantal, karena bantal sangat menentukan kualitas tidur kita. Bantal sebaiknya fluffy dan akan lebih baik bila ada lebih dari dua. Kinari menyediakan empat bantal empuk, seprei dan selimut yang permukaannya halus sehingga kami bisa seperti berang-berang yang membangun dam, lantas tertidur dalam kegelapan cinta.
![]()
Biruang Berangberang
lelap dalam dam
Rin tidak punya review soal sarapan hotel, karena biasanya kalau menginap, kami lebih suka wiskul di kawasan tersebut. Pagi itu Abang memesan sarapan bubur ayam Cina peranakan yang enak sekali. Namanya bubur Pulen. Bubur ini mirip dengan bubur ayam Γ la nenek Rin yang dilengkapi dengan rajangan sayur asin. Perbedaannya ada sedikit tambahan jahe dan bawang putih oseng. Sebagai anak jahe, Rin lagsung hap hap hap..Abang juga pesan cakwe mayo. Aduh ini juga sungguh TOP, Rin jarang suka makanan yang isinya udang atau seafood pada umumnya, karena kerap kali rasanya amis, walau sedikit. Cakwe udang ini enggak loh, hanya ada semua rasa terbaik dari udang: gurih & wangi.
Aduh udah mulai cerita makanan...Stop dulu ah.. nanti malah makin-makin dan Rin jadi cerita yang ena-ena..
Sekian & terima kasih. Semoga review ini bisa membantu kawan-kawan yang membutuhkan penginapan di area BSD.
ini dekaatt di BSD







