Kemungkinan besar karena fasilitas FUTSAL lebih terakomodir karena perawatan/konstruksi yang lebih mudah. Sepakbola butuh lapangan rumput yang wajib dirawat rutin, jumlah pemain yang lebih banyak, dan secara keselurahan lebih mahal (jika ingin bermain di level yang tinggi seperti nasional/internasional). Akar rumput futsal Indonesia juga kemungkinan lebih tertata rapi. Sayang nya para dedengkot PSSI tahu kalau sepakbola lebih menguntungkan secara finansial bagi para petinggi, bandar judi, dan pemilik modal lainnya, jadi ya FUTSAL akan tetap jadi anak tiri.