








Diantara puing-puing asa
kutuliskan kisah kelam
dengan tinta hitam legam
tentang mendung kelabu
Setiap detiknya terukir
derai air mata
peluh
darah
jerit lara dalam keputusasaan
Hari ini
memoriku berlari lepas
luka-luka abadi yang selalu terkoyak
dibawanya menari
dalam rintik senja kala
Dibalik lembar-lembar usang
diantara tumpukan rindu yang kusam
kusisipkan bait terakhir
tentang jiwaku yang hilang
MD
![]()
![]()
![]()




puisiku terinspirasi dari puisimu juga bwang.. tulisan aslinya malah di trit 'Lelaki Harus Pergi'. Trus aku copas ke trit kupu-kupu malam'duduk sejenak disisimu tidaklah pernah sebentar
kita selalu terlena rona jingga hingga kelam semakin mampat
kita selalu berharap angin pasang
takkan berhasil menyentuh tubuh
meski sunyi akan tetap berhasil
mengintip dari balik cakrawala
kau selalu bisa membaca
detildetil risalah perjalanan dan peta sukmaku
aku selalu bisa mendengar gemuruh sepi
dan talu rindu batinmu
dan kita selalu berkelindan dengan hening dini hari
sampai saat fajar meremang
sebentar lagi hari terang
aku harus kembali berjalan
terimakasih kawan
kelak kita akan kembali berjumpa
dan
duduk sejenak disisimu tidaklah pernah sebentar
___
maaf bikin berantakan tritnya mba Mer
![]()


















Aku hanya akan pulang ketika rumah kita sudah berdinding senyuman, Ubinnya berkilauan sinar kehangatan, karena aku tak mau pulang di keabadian tanpa kebahagiaan.
Kutitipkan rindu untukmu
pada semilir sang bayu
agar ia membelaimu
saat berat bebanmu
Kutitipkan kasihku
pada lembut sinar senja
agar ia menghangatkanmu
kala rintik mengiring langkahmu
Lelakiku
Kutitipkan utuh cintaku
disudut-sudut semesta
agar kelak kau menemukanku
saat langkahmu tersesat
Lelakiku
dikeremangan cakrawala barat
kutuliskan sebait mimpi
tentang rasa yang menggelora
tentang kisah kasih
tentang takdir kita
Aku menunggumu
Lelakiku
aku menunggu kepulanganmu
kerumah kita
di Keabadian
MD



itu hasil dari gugel semua bwang, diriku g bisa gambarItu gambar sketch sendiri. Ajarin gambar hu.












