Mamang Oding
Calon Suhu Semprot
- Daftar
- 22 Apr 2014
- Post
- 2.747
- Like diterima
- 1.639
Nah, mohon ijin Mamang ngisi lagi yaa tapi sebelumnya Mamang menghaturkan
SELAMAT IDUL FITRI 1437 H, Mohon dimaafkan kesalahan Mamang lahir maupun batin.
Baca cerita Agan Hot Buzz ( kisah Maling Rokok ), Mamang ngalami ini semasa sma, dullluuuu banget .... gini
Mamang dengan 7 teman Mamang sedang liburan dan kami isi dengan acara jalan kaki dari perkebunan di selatan bandung ke pesisir pantai selatan. Saat kami berjalan menyusuri kebun masyarakat yang luas tapi tidak terjaga, salah seorang teman Mamang bilang bahwa dia bawa kerupuk tapi tidak ada makanan lain ... pas lihat kebun ternyata kebun ketimun. Teman Mamang yang punya kerupuk itu berinisiatif mau mengambil ketimun.
Sempat Mamang bilang jangan, agar sabar saja barang setengah - satu jam lagi bakal sampai kampung tapi teman Mamang keukeuh masuk kebun dan mengambil beberapa ketimun. Lalu setelah itu sambil jalan dia menawarkan kepada kami tapi entah kenapa tidak ada yang mau menerima, maka jadilah teman Mamang makan sendiri ketimun dengan kerupuk.
Satu jam dari situ, kami tiba di kampung dan langsung mencari warung .... saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 .... kami bersiap-siap untuk shalat magrib, setelah bersih kami langsung menggelar shalat magrib di tajug ( surau ). Teman Mamang yang ngambil ketimun itu tidak shalat, dia bilang mau jagain barang-barang kami. Selepas shalat, kami keluar menuju ke tumpukan barang-barang kami, gak ada yang hilang tetapi teman kami yang tidak ada ! Awalnya kami beranggapan dia sedang ke air untuk mandi atau ke warung tetapi ketika disusul ternyata tidak ada .... kami terus bertanya-tanya ke penduduk ... mereka banyak yang tidak melihat.
Sampai waktu isya pun tidak muncul juga, mulailah kami intensif mencari di sekitar kampung tetapi nihil hasilnya.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 20.30, kami sudah lelah keliling kesana kemari ternyata hasilnya nihil, salah seorang teman Mamang berkata sekaligus mengajak agar kami balik lagi ke kebun ketimun tempat dia tadi siang ambil itu ketimun.
Kami kaget .... lumayan jauh dan sempat ada yang bilang tidak mungkin tapi teman Mamang bilang kita coba saja .....
Akhirnya dengan terpaksa, Mamang dan 3 orang teman kembali balik lagi ke kebun dg membawa senter ... setelah 1 jam berjalan mendaki, ternyata benar, teman Mamang itu diketemukan sedang jongkok di kebun ketimun itu. Saat kami panggil, dia menoleh tetapi tidak menjawab panggilan, sapaan kami. Pandangannya seperti mati dan tidak berbicara sepatah katapun. Lalu 2 teman Mamang yg mulai kesal, langsung memegang tangan teman itu dan mengajaknya berjalan tetapi dia tidak mau melangkah, berdiripun tidak ... dipaksa ditarik, tidak bergeming.
Panik seketika kami, mana lokasinya gelap, kabut mulai turun .... tetapi semua usaha kami sia-sia, teman kami itu tetap berada di posisinya.
Akhirnya, 2 orang bergerak turun untuk meminta tolong penduduk sementara Mamang dan seorang teman berjaga di lokasi.
Meski gelap dan terdengar suara angin, kami tidak takut tapi yang bikin takut justru mata teman Mamang itu .... tiap kali kami panggil matanya menatap kami dengan ... ( susah menggambarkannya ) dan tiap berpandangan, Mamang pasti meremang bulu kuduk, teman Mamang yang nemani juga sama .....
Jam 22.30 munculah 2 teman Mamang ditemani 3 orang penduduk yang langsung menghampiri teman Mamang yang tidak bergeming itu.
Salah seorang penduduk yang kelihatannya dituakan, kemudian duduk bersila di depan teman Mamang lalu berbicara dengan bahasa Sunda. Mamang tidak ceritakan pembicaraan yang berlangsung tetapi di ujung pembicaraan tiba-tiba teman Mamang ini berdiri, menatap kami lalu tiba-tiba melolong sangat keras kemudian .... ambruk dan pingsan.
Bapak sepuh itu kemudian menyuruh kami membawa teman kami ... bisa kebayang kan gotong orang tanpa tandu di jalan yang turun berbatu di tambah suasana yang hanya diterangi sesekali oleh senter .....
Tiba di kampung, teman Mamang lalu dibawa ke salah satu rumah penduduk, lalu disadarkan oleh Bapak sepuh itu sampai akhirnya sadar.
Setelah situasinya tenang, barulah Bapak Sepuh itu berkata bahwa teman kami tadi telah mengambil hasil kebun tanpa meminta ijin terlebih dahulu sehingga penjaga itu menuntut dan merasuk ke teman Mamang.
Untungnya Bapak sepuh itu memiliki tingkat ilmu yang lebih sehingga si penjaga itu berkenan untuk melepaskan teman Mamang .... kebayang oleh Mamang kalau penjaga itu tidak bisa dikeluarkan, kami harus mencari dan bertemu dengan pemilik kebun yang keberadaannya tidak tau dimana .....
SELAMAT IDUL FITRI 1437 H, Mohon dimaafkan kesalahan Mamang lahir maupun batin.
Baca cerita Agan Hot Buzz ( kisah Maling Rokok ), Mamang ngalami ini semasa sma, dullluuuu banget .... gini
Mamang dengan 7 teman Mamang sedang liburan dan kami isi dengan acara jalan kaki dari perkebunan di selatan bandung ke pesisir pantai selatan. Saat kami berjalan menyusuri kebun masyarakat yang luas tapi tidak terjaga, salah seorang teman Mamang bilang bahwa dia bawa kerupuk tapi tidak ada makanan lain ... pas lihat kebun ternyata kebun ketimun. Teman Mamang yang punya kerupuk itu berinisiatif mau mengambil ketimun.
Sempat Mamang bilang jangan, agar sabar saja barang setengah - satu jam lagi bakal sampai kampung tapi teman Mamang keukeuh masuk kebun dan mengambil beberapa ketimun. Lalu setelah itu sambil jalan dia menawarkan kepada kami tapi entah kenapa tidak ada yang mau menerima, maka jadilah teman Mamang makan sendiri ketimun dengan kerupuk.
Satu jam dari situ, kami tiba di kampung dan langsung mencari warung .... saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 .... kami bersiap-siap untuk shalat magrib, setelah bersih kami langsung menggelar shalat magrib di tajug ( surau ). Teman Mamang yang ngambil ketimun itu tidak shalat, dia bilang mau jagain barang-barang kami. Selepas shalat, kami keluar menuju ke tumpukan barang-barang kami, gak ada yang hilang tetapi teman kami yang tidak ada ! Awalnya kami beranggapan dia sedang ke air untuk mandi atau ke warung tetapi ketika disusul ternyata tidak ada .... kami terus bertanya-tanya ke penduduk ... mereka banyak yang tidak melihat.
Sampai waktu isya pun tidak muncul juga, mulailah kami intensif mencari di sekitar kampung tetapi nihil hasilnya.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 20.30, kami sudah lelah keliling kesana kemari ternyata hasilnya nihil, salah seorang teman Mamang berkata sekaligus mengajak agar kami balik lagi ke kebun ketimun tempat dia tadi siang ambil itu ketimun.
Kami kaget .... lumayan jauh dan sempat ada yang bilang tidak mungkin tapi teman Mamang bilang kita coba saja .....
Akhirnya dengan terpaksa, Mamang dan 3 orang teman kembali balik lagi ke kebun dg membawa senter ... setelah 1 jam berjalan mendaki, ternyata benar, teman Mamang itu diketemukan sedang jongkok di kebun ketimun itu. Saat kami panggil, dia menoleh tetapi tidak menjawab panggilan, sapaan kami. Pandangannya seperti mati dan tidak berbicara sepatah katapun. Lalu 2 teman Mamang yg mulai kesal, langsung memegang tangan teman itu dan mengajaknya berjalan tetapi dia tidak mau melangkah, berdiripun tidak ... dipaksa ditarik, tidak bergeming.
Panik seketika kami, mana lokasinya gelap, kabut mulai turun .... tetapi semua usaha kami sia-sia, teman kami itu tetap berada di posisinya.
Akhirnya, 2 orang bergerak turun untuk meminta tolong penduduk sementara Mamang dan seorang teman berjaga di lokasi.
Meski gelap dan terdengar suara angin, kami tidak takut tapi yang bikin takut justru mata teman Mamang itu .... tiap kali kami panggil matanya menatap kami dengan ... ( susah menggambarkannya ) dan tiap berpandangan, Mamang pasti meremang bulu kuduk, teman Mamang yang nemani juga sama .....
Jam 22.30 munculah 2 teman Mamang ditemani 3 orang penduduk yang langsung menghampiri teman Mamang yang tidak bergeming itu.
Salah seorang penduduk yang kelihatannya dituakan, kemudian duduk bersila di depan teman Mamang lalu berbicara dengan bahasa Sunda. Mamang tidak ceritakan pembicaraan yang berlangsung tetapi di ujung pembicaraan tiba-tiba teman Mamang ini berdiri, menatap kami lalu tiba-tiba melolong sangat keras kemudian .... ambruk dan pingsan.
Bapak sepuh itu kemudian menyuruh kami membawa teman kami ... bisa kebayang kan gotong orang tanpa tandu di jalan yang turun berbatu di tambah suasana yang hanya diterangi sesekali oleh senter .....
Tiba di kampung, teman Mamang lalu dibawa ke salah satu rumah penduduk, lalu disadarkan oleh Bapak sepuh itu sampai akhirnya sadar.
Setelah situasinya tenang, barulah Bapak Sepuh itu berkata bahwa teman kami tadi telah mengambil hasil kebun tanpa meminta ijin terlebih dahulu sehingga penjaga itu menuntut dan merasuk ke teman Mamang.
Untungnya Bapak sepuh itu memiliki tingkat ilmu yang lebih sehingga si penjaga itu berkenan untuk melepaskan teman Mamang .... kebayang oleh Mamang kalau penjaga itu tidak bisa dikeluarkan, kami harus mencari dan bertemu dengan pemilik kebun yang keberadaannya tidak tau dimana .....












:serem:
*
