Hai hai...Permisi cik
@angeline dan kawan-kawan.
Rin mau meripiu
hotel Manhattan. Ini adalah hotel paporit Rin dan
@babanggocar. Terutama karena bantalnya fluffy, empuk dan dingin juga pemandangannya cantik. Dengan menguatkan tekad dan hape di tangan, akhirnya Rin berhasil memfoto-foto kamar sebelum menjadi bubur, terserah Banggo mau ngapain juga.
Ini adalah kali kedua kami bermalam di Manhattan, sebelumbya kami pernah menginap di kamar suite (dulu ratenya 900k). Kamarnya luas (52m²), dilengkapi dengan meja makan tersendiri, ranjang king size dan jacuzzi. Rin tidak bisa upload di sini karena sudah menjadi FR. Kalau pinisirin sama kamarnya, bisa cek di trit Rin yang
ini dan
inih.
Kemarin kami memilih kamar executive King (rate 600k di Traveloka). Kamarnya memang tidak sebesar suite (30m²) dan ranjangnya queen size, tapi jadi lebih ikrib dan hangat.
Karena kami sama2 suka main air, kami menyempatkan berenang di lantai 8. Walau panjang kolamnya hanya setengah dari kolam ukuran Olimpiade, tapi lebih menantang. Kedalamannya hanya 1,2m, tapi karena berada di ketinggian maka airnya dingin sekali di sore hari. 5x bolak balik saja kami sudah menyerah.
Sesampainya di kamar, Rin langsung bilas dan siapkan bathup. Rin sudah sengaja beli bubble bath, supaya kami bisa mainan busa di air hangat. Rin senang dengan bathup, karena bisa berendam sambil bersandar di dada Banggo. Apa lagi kami berendam di bubble2 yg fluffy, rasanya seperti kembali ke masa kanak2, banyak beban yang terangkat, tubuh dan pikiran terasa rileks.

Rin lebih suka bathup dari pada jacuzzi kamar suite, karena menyiksa bokong Rin yg minion dengan grenjel2 di dasarnya.
Olah raga baik di ranjang maupun di kolam, serta air hangat membuat perut lapar. Kami pesan makanan, membuka sebotol miras, mendengarkan lagu, ngobrol sambil menikmati pemandangan malam. Lampu kota, gedung2 tinggi selalu membawa kesan melankolis romantis, seperti kerangka sisa-sisa lelah manusia perkotaan yang dipulas oleh cahaya. Jendela kaca hotel membingkai semua ini dengan apik.
Bantal yang empuk di hotel Manhattan, bagaikan bantal sihir yang membuat kami tidur dalam sekejab, tanpa sanggup menyelesakan dengar sebuah cerita horror dari podcast X. Rin terbangun dalam selimut dan pelukan Abang sambil memeluk guling. Hangat. Kontras dengan udara kamar yang semakin dingin di pagi hari. Ini menyenangkan. Karena bersemangat, Rin jadi sedikit nakal. Rin tumpuk bantal dan guling yang tadi Rin pakai menyelimuti tubuh Banggo hingga dia terlihat seperti kepompong.
Voilà ini hasil karyanya:
Sekian Ripiu Rin. Semoga berkenan.