gadissoyu
Calon Pertapa Semprot
Apa yang kalian anggap benar?
Berjuang untuk bertahan?
Atau bertahan untuk berjuang?
Kalimat itu seakan-akan selalu berputar di otakku. Ingin sekali ku ucapkan salah satu kalimat itu untuk seseorang. Namun kini aku tidak menemukan ia dimanapun.
Tubuh manusia hanyalah seonggok daging dan darah, tulang adalah penopang. Hati bagai selembar kertas putih, dan jiwa adalah immaterial penunjang kehidupan.
Hati yang luka bagai kertas tertoreh tinta gelap, tapi jiwa yang luka akan menghancurkan segala bentuk susunannya.
Kesunyian kembali menerpaku hanya ada malam-malam gelap tanpa cahaya. Tak ada bulan dan bintang yang bersinar, tak ada suara jangkrik hutan ditengah malam. Hampa.....
(Renungan sesaat)

Berjuang untuk bertahan?
Atau bertahan untuk berjuang?
Kalimat itu seakan-akan selalu berputar di otakku. Ingin sekali ku ucapkan salah satu kalimat itu untuk seseorang. Namun kini aku tidak menemukan ia dimanapun.
Tubuh manusia hanyalah seonggok daging dan darah, tulang adalah penopang. Hati bagai selembar kertas putih, dan jiwa adalah immaterial penunjang kehidupan.
Hati yang luka bagai kertas tertoreh tinta gelap, tapi jiwa yang luka akan menghancurkan segala bentuk susunannya.
Kesunyian kembali menerpaku hanya ada malam-malam gelap tanpa cahaya. Tak ada bulan dan bintang yang bersinar, tak ada suara jangkrik hutan ditengah malam. Hampa.....
(Renungan sesaat)
Kau telah memberikan sebelah kakimu untuk menopang jiwaku
Kini ijinkan aku meminta sepasang sayapmu
Agar aku bisa melihat seluruh alam semesta yang aku tidak tahu
Maaf TS, numpang orat-oret Kini ijinkan aku meminta sepasang sayapmu
Agar aku bisa melihat seluruh alam semesta yang aku tidak tahu














