Sangat sulit memang set boundaries apalagi dengan orang2yang dibesarkan dengan metode VOC, millenials generation perhaps such my self yang sedari kecil hidup dan dibesarkan dengan mindset kalo apapun yg kamu lakuin, orangtua harus tahu, no secrets, no talk back at your parents etc. I'm not ashamed to admint that i learned about boundaries from my college students, Z gensSet boundaries yg kadang sulit. Orang" yg lack self boundaries itu cenderung lebih mudah jealous dengan sekitarannya bukan?
sangat sangat kaget waktu pertama mereka dengan lantang bersikap, i have boundaries miss, okayy.. This i need to learn.. Sebenernya bukan karena lack of boundaries yang menyebabkan cenderung lebih mudah jealous dengan sekitar, sometime it's the self esteem, the inferior feelings, or perhaps the bar that sets for her/him is to high from their parents/ neighborhood.. Jd kayak ada rasa gw harus lebih dari yg ada di sekeliling gw.. Dan perasaan itu gk di valid-kan oleh orgtua/orang sekitar, jadi yang muncul ke permukaan adalah rasa cemburu, atau iri..
Semoga nyambung yaa and I'm so sorryyy for replying sooooo longg,
thank you for dropping by at my simply merely humble threadAnyway, interesting topic @BabyDee


Hey thebrocker, so nice of you offering this kinda help that people might not realize wether they need it or not...im not readed every single words here, but i try to figure it out.
i mean, if all of you guys wanna share your story, your arguable/debatable story, your stressness, how to control your mind also your motoric sense at the same time.
call me, or text me in real life.
just free, i'd love to help people in mentality, always.
sederhananya gini, aku orang yang gak bisa stress. jadi silakan terka sendiri aku ahlinya atau bukan.
aku gak akan bahas past ya. present and future sesungguhnya bisa dikendalikan oleh manusia kecuali mati dalam keadaan tua. walau terbatas, namun kalau diri kita sendiri adalah konteks utamanya, kita bisa kendalikan.
got my point?
aku punya banyak analogi "menyesuaikan lawan bicara tentunya" (yang sebenarnya psikolog-psikiater-psikoterapi lain punya) untuk di share kan ke siapapun yang mau untuk menyelam lebih jauh akan kesadaran, pra kesadaran dan alam bawah sadar. namun aku memakai metode agak lain.
kalau kalian rajin baca jurnal atau buku, mungkin kalian kenal atau tahu Carl Rogers, Albert Ellis, Julian Rotter dan masih banyak lagi namun metode yang aku pakai fokus ke 3 nama itu.
dengan improvisasiku sendiri tentunya.
silakan agan agan yang di sini.
jangan sungkan.
disclaimer sedikit ;
di ranah publik, ranah yang lebih luas, im very judging. but in private or the specific thing, im stay low, calming and humanist.
Maybe if it not transactional, people need to trust others to share their trauma, or their problems, even with the strangers. I'm not telling people what to do here, of they read your offers and contact you, and it made them feel much better than good for them, but i cannot responsible for any particular effect that caused by it ya..
Thank u so much for dropping by in my humble thread yaa










