Si Galau
Selamat apapun para penggemar. Kali ini perkenankan nubi untuk menyajikan sebuah kisah romantis antara anak manusia dengan bukan anak manusia, dimana sang anak manusia mempunyai masalah yang selalu saja diikuti oleh yang bukan anak manusia. (bingung kan? Sama. Nubi juga asal nulis kookk. Hakhakhak

)
Yups, mari kita mulai saja kisah kasih kita kali ini. Kisah ini terjadi ketika masih kuliah dulu. Ketika masih remaja dan masih ganteng seperti saat ini. (kadang nubi juga merasa heran, kenapa kegantengan nubi gak luntur-luntur ya? Apakah ini sebuah penyakit? Ataukah sebuah ujian? Tapi sadarlah, bahwa mereka yang iri dengan kegantengan nubi sangatlah banyak, dan sama sekali gak ada niat dari nubi untuk memamerkan kegantengan nubi sehingga banyak yang merasa takjub dengan keindahan ini.) seperti yang telah nubi ceritakan dalam kisah sebelumnya, setelah diganggu dengan adanya hantu nenek-nenek dan 2 orang cucunya di kontrakan yang baru, kehidupanku menjadi semakin tidak menentu dan semakin merasa horror. <<<kalo film, genrenya horror campur thriller. Maka beberapa waktu kemudian dengan berdalih menjadi aktivis atau pengen mengembara menaklukkan seluruh dunia, nubi mulai berpikiran untuk pindah dari kontrakan yang terkutuk itu. Nubi mulai membuka hati untuk mencari pelabuhan tidur yang nyaman dan mengesankan hati. Hingga akhirnya, belum sampai 2 bulan nubi pindah ke kontrakan tempat nenek-nenek tua dan cucunya itu bercokol, nubi sudah pindah lagi ke tempat yang lain untuk mencari ketenangan jiwa. Kemanakah kaki ini melangkah? Tak lain dan tak bukan, nubi memutuskan untuk pindah ke kampus. Ke komplek hunian unit kegiatan mahasiswa. Selain gratis, tentunya disana juga nubi bisa menemukan sandaran untuk bubuk, dan juga teman yang banyak. <<<sebelum pindah ke kampus, dalam pikiran nubi bercokol keyakinan bahwa mungkin para hantu juga akan berfikir ribuan kali buat muncul dihadapan para mahasiswa yang hidup dikampus. Selain karena keadaan yang seadanya, seringkali tiap malam para cowok kesepian dikampus bergaul dengan para penghuni lain hanya dengan mengenakan celana dalam doang. Atau kalo gak gitu, mereka hanya memakai sarung tanpa memakai celana dalam. Benar-benar kehidupan yang aneh. Selain itu, mungkin yang membuat hati nubi agak tenang adalah dikampus banyak mahasiswa yang juga numpang hidup. Jadi kalo sewaktu-waktu ada hantu yang muncul, bisa kami gebukin bareng-bareng sampe hangus tuh hantu.
Tapi ternyata keputusan itu salah. Keputusanku untuk pindah ke kampus ternyata salah besar. Dikampus justru pengalaman-pengalaman mistis dan juga menggairahkan lebih sering aku alami daripada sewaktu di rumah ataupun dikontrakan. Mulai dari pocong, hantu penasaran, hantu baik hati, hingga tak lupa fans nubi yang selalu setia yang selalu mengisi hari-hari menyeramkan milik nubi.... yaitu om Gen...
Untuk kali ini, sebagai persembahan untuk fans setia nubi, maka kisah pertama dengan mengambil latar dikampus, akan mengangkat tentang Genderuwo Galau. Jeng-jeng-jeng-jeeeeeeennnnnnggggggggg..... jeng-jeng-jeng-jeeeennnnnggggg....
Ini adalah awal dari segala kisah yang menyadarkan nubi bagaimana angkernya keadaan kampus nubi. Belum genap sebulan nubi tinggal dikampus (di ruang UKM Koperasi Mahasiswa Kampus), anak-anak Program studi bahasa inggris menggelar sebuah diklat lanjutan bagi para pengurus organisasinya. Bagi organisasi dengan dana yang pas-pasan, maka opsi menggelar acara tentunya dipusatkan di areal kampus. Nah, itu pula yang terjadi dengan yang dilakukan oleh Prodi Bahasa Inggris. Mereka menyelenggarakan acaranya di komplek kampus, demi mengirit pembelanjaan yang harus dikeluarkan. Dan nubi? Walaupun tercatat sebagai mahasiswa bahasa inggris, tapi maaf saja, nubi gakk ikut dengan acara mereka. Nubi kan sudah menjelang senior! Sudah semester 5 beeeroooohhhhhh! Jadi, selama acara digelar selama 3 hari 2 malam itu, nubi tetap beraktivitas seperti biasa. Yakni jagain warung!
Malam itu... akan menjadi sebuah malam yang tak terlupakan. Di malam terakhir penyelenggaraan acara, nubi masih beraktivitas seperti biasa, yakni di ruangan komputer UKM Koperasi Mahasiswa dengan 2 orang kakak senior. Ditengah asyiknya kami main game (masih ingat game yang kami mainkan pada waktu itu adalah game "Age Of Empire II"), tiba-tiba pintu samping UKM kami diketuk dengan agak keras. Kami bertiga berpandangan, dan saling bertanya hanya dengan tatapan mata. Nubi melirik, jam di dinding telah menunjukkan pukul 11 kurang sekitar 10 menitan.
"kamu yang buka" –kata senior satu kepada senior dua.
"kamu aja yang buka" –kata senior dua membalas suruhan senior satu.
"kamu!" –senior satu-
"kamu saja!" –senior dua-
Hingga akhirnya kedua tatapan mata itu menuju ke arahku dan memintaku untuk membuka pintu.
"kamu yang paling kecil, buka pintunya!" –perintah senior satu dan senior dua-
Nb. Semua percakapan diatas dilakukan dengan tatapan mata. Terjemahan ini nubi lakukan setelah melalui riset yang mendalam dan penuh dengan kengawuran.
Akhirnya nubi pun melangkah dan membuka pintu. Ada apakah gerangan? Apakah ada hantu yang mau membeli shampo? Ataukan ada hantu yang sedang kehausan sehingga hendak membeli air mineral? Sejuta pertanyaan terus menemani langkahku menuju pintu samping Koperasi yang berjarak sekitar 5 meter itu. Dan ternyata....
Kriiieeettt... pintu pun terbuka dan terlihat didepan mataku sesosok kurus, kering, tinggi, dan berkulit hitam. Aku kaget! Tapi, ah, itu bukan hantu! itu adalah Fatkur, temen sekelasku yang ikut acara anak-anak bahasa inggris. Walaupun mempunyai nama Fatkur, tapi dikelas kami, dia lebih terkenal dengan sebutan Mbah Maridjan. Dan kulihat wajahnya pucat. Apakah dia sudah mati dan jadi hantu? Apakah dia datang kesini untuk minta maaf padaku? Apakah dia ...... aaahhh...
"ada apa mbah?" tanya nubi
Dia hanya meringis.....
"mbah, mbah, sadar mbah.... " kata nubi lagi
Dia hanya meringis...
Nubi yang mulai ketakutan, bersiap-siap untuk membaca doa yang telah nubi hafal diluar kepala, yakni doa Mau Makannnn! Biar mbah maridjan juga mikir. Kalo dia sudah jadi hantu, setidaknya dia takut kalo jadi sasaran untuk nubi mangsa!
"anu..." akhirnya mbah maridjan mau membuka suara dan membuatku mereda.
"apa mbah?"
"Anu, kamu lagi ngapain?"
Skip-skip, kepanjangan kalo nubi ceritakan kedia semua kegiatan yang nubi jalani dari pagi mulai bangun tidur sampai dengan menjelang tidur ini, selain itu juga kesel ngetiknya. Jadi intinya adalah mbah Maridjan malam-malam kesana karena di acara anak-anak bahasa inggris, dia gak punya teman dan mencari teman sampai keliling kampus hingga akhirnya ke koperasi karena tahu ada nubi disana. Betapa merananya mbah maridjan ini. Dari semua penghuni kampus, kok ya hanya nubi yang dia kenali? Apakah karena dia dulunya terlahir dari batu? Ataukah memang dia termasuk orang aneh yang sama sekali gak punya teman di dunia ini? Ah entahlah... yang jelas, malam itu dia ke ruangan nubi dengan alasan pengen ngobrol. Tapi nubi bukanlah orang gampangan, nubi tahu pasti masih ada kepentingan lain yang membuatnya datang kepadaku dimalam selarut itu. Perasaan nubi jadi aneh. Merasa gak karuan. Jangan-jangan mbah maridjan mendatangi nubi dimalam yang dingin itu untuk mencari pelampiasan? Jangan-jangan dia merencanakan untuk menjamah-jamah nubi yang polos dan lugu ini? Oh tidaaaakkkkk! Aku gak maauuuuuuuuu! Nubi masih sayang dengan

nubiiiiii....
Setelah beberapa saat ngobrol ngalor ngidul sampe lupa dengan wetan dan kulon melepaskan kangen –heleh-, akhirnya fakta pun terungkap. Ternyata mbah maridjan memang sengaja menemui nubi untuk minta bantuan. Dia pengen diantar ke kamar kecil buat pipis! Haaaahhhhhh! Ternyata benar praduga nubi kepadanya. Pasti tuh orang ada maunya. Yah, dengan membujuk rayu nubi dengan bujuk rayu sekaliber anak SD sedang kasmaran, akhirnya hatiku luluh juga. Disamping karena wajah mbah maridjan yang melas, nubi juga luluh atas nama kemanusiaan. Dan akhirnya kami pun melangkah ke kamar mandi yang dekat dengan komplek UKM Koperasi. Namun apa daya? Ternyata dikamar mandi itu airnya habis. Jadi, mau gak mau kita harus mencari alternatif kamar mandi lain yang ada di pojokan. Dan itu berarti.. kita serasa uji nyali disana.
Sekedar deskripsi, kamar mandi yang satu ini terletak disebelah timur kampus dan termasuk daerah yang bisa dikatakan sebagai ujung kampus. Disana meski dekat dengan markas Pers Mahasiswa, namun kengeriannya diperkuat dengan letaknya yang dekat dengan laboratorium biologi. Sering dimalam-malam tertentu, dari dalam ruangan laboratorium ini terdengar suara-suara aktivitas seperti orang yang sedang praktek, alat-alat praktek yang bergerak ataupun berpindah sendiri, hingga angin ghaib yang berhembus didalam ruangan yang menyebabkan korden ruangan berkibar-kibar meskipun gak ada jadwal praktek dari para mahasiswa. Malam ini... demi mengantarkan mbah Maridjan pipis, kesanalah kami harus melangkah.
Takut? Tentu saja. Tapi atas nama kemanusiaan, nubi ikuti saja langkah mbah maridjan ke toilet. Ada alasan kenapa nubi mau saja ketika diajak kesana. Ini semua gara-gara kata-kata mbah maridjan yang memberitahukan nubi bahwa biasanya, kalo ada kegiatan seperti ini, toilet di pojokan sana seringkali digunakan pasangan mahasiswa untuk berperang kelamin alias ber ho'oh-ho'oh ria. Mendengar hal itu, dengan harapan yang tinggi bisa menyaksikan live show pertarungan dua jenis kelamin yang berbeda (atau setidaknya mendengarkan suara action mereka saja), nubi pun setuju untuk menemaninya kesana.
Skip... udah kepanjangan ceritanya, jadi dipersingkat sajalahhh... kasihan TS nya nanti kalah pamor sama nubi...hekhekhek
Sampailah kami disana. Dan harapan untuk menyaksikan live show pertarungan kelamin ibarat kasih tak sampai. Gak kesampaian beerroooohhh. Tumben disana sepi banget! Seperti gak ada kegiatan apapun dikampus. Hawa-hawa horror mulai terasa dan semakin mencekam. Perlu diketahui para pembaca, di kamar mandi paling ujung ini terkenal sebagai kamar mandi yang bebas kekurangan air. Karena pihak kampus menyediakan tandon air dengan ukuran besar yang diletakkan di depan pintu kamar mandi yang berjejer itu. Tandon air tersebut ditopang oleh tower besi seperti tower milik perusahaan penyedia jasa layanan komunikasi dengan tinggi sekitar 8 meter (perkiraan. Tinggi tower tersebut menurut taksiran pramuka sekitar 2 x tinggi kamar mandi yang rata-rata berketinggian 4 meter).
Okelah, mbah maridjan segera saja masuk kedalam kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya yang sudah sampai di ujung pengkolannya itu. Sedangkan nubi? mau tidak mau dan harus mau ya nungguin didepan kamar mandi. Akan sangat mencurigakan kalo nubi juga ikutan masuk mbah maridjan ke dalam kamar mandi itu. Bisa disangka melakukan pencabulan terhadap anak terlantar nanti.
Angin berhembus ditengah sepinya suasana malam itu. Tatapan mata nubi dengan waspada melirik kesana-kemari berharap semuanya berjalan dengan keadaan sewajarnya. Tapi sekali lagi nubi harus kecewa. Hawa buruk mulai terasa. Dihimpit diantara rasa takut yang mendalam dan pensaran yang menggila, nubi beranikan diri untuk menoleh ke kanan. Alhamdulillah aman.... nubi teruskan untuk menoleh ke kiri... alhamdulillah gak ada apa-apa. Jadi kewas-wasan ini Cuma sekedar perasaanku saja.
Tapi...
Degg....
Degg...
Tercium bau yang sangat nubi kenal sejak masa kecil dulu... bau Ketela Bakar! Iru berarti, ada genderuwo disekitar tempat itu! Mata nubi langsung jelalatan, dan akhirnya.. Pemandangan dari atas tower membuat jantungku hampir copot. Disana terlihat sosok hitam, besar, tinggi, dengan mata merah dan posisi dua kaki menjuntai kebawah tengah menyeringai ke arahku. Posisinya mirip dengan orang yang lagi galau. Entah iya ato todak, yang jelas, nubi juga melihat ada kepulan asap disekitarnya. Apakah benar genderuwo bisa merokok? Tau lah, yang penting dalam pikiranku Cuma satu. Kabuuurrrr!
Tanpa pikir panjang, segera nubi berlari kembali ke koperasi. Setidaknya disana lebih aman daripada disini. Tak peduli mbah maridjan yang masih ada didalam toilet, entah dia dimangsa atau tidak, namun yang jelas harapanku Cuma satu, semoga besok kita masih bisa bertemu lagi mbah. Di kesempatan yang lebih baik daripada saat ini....
